membaca sebuah status mantan dosen saya cukup singkat namun syarat makna, berikut kutipanya..
Terkesan dengan isi status pak Mario Teguh,
yang insyaAllah sudah dipraktekkan oleh suamiku Iwan Syarif, love you Ayah ^_^
Berikut isi statusnya :
“Saya dengar semua harta dalam keluarga Pak Mario – atas nama Ibu Linna. Apa tidak bahaya?
Ooh … tidak.
Lebih berbahaya jika saya tidak menyerahkan kepadanya.
Satu, saya ini boros sekali.
Dua, Ibu Linna lebih ahli (MBA Finance) mengelola uang dan aset.
Tiga, saya ingin berfokus pada yang terbaik yang bisa saya lakukan.
Empat, saya ingin bekerja tanpa niat untuk dibayar.
(Itu sebabnya, sebetulnya saya ini gratis – kalau berbicara atau memberikan konsultasi, tapi Ibu Linna yang menagih.)
Lima, saya ingin Ibu Linna merasa damai karena betul-betul menguasai saya.
Kesimpulan:
Saya takut istri, dan saya bangga!
Mario Teguh”
horeee pak Mario takut istri, salut …
dadi gak onok duwek lanang yo rek … sing onok duwek wedok.
Karena kalau suami menghasilkan uang itu adalah untuk istri dan anak2nya,
dan jika istri yang menghasilkan uang maka itu untuk dirinya sendiri
Bagaimana dengan anda, saudara-saudara … ^_^
Mungkin bagi sebagian orang (para suami), membaca tulisan status tersebut ada yang tidak setuju. Bagi saya sendiri sih stuju2 saja, karna saya memaknai bahwa mereka yang setuju dengan pak mario teguh adalah suami2 yang termasuk golongan bertanggung jawab dan sangat sayang istri serta anak2nya. So bagian mana yang salah jika seorang suami dg piawai penuh kasih sayang mengapresiasikan rasa cinta dan sayangnya dengan cara seperti itu..






