Dapet parcel ^_^

Saya masih ingat waktu itu ada seorang bocah ingusan sedang belanja baju lebaran di sebuah mall bersama kedua orang tuanya. Sang gadis mungil yang berwajah polos super lugu dan ngegemesin itu terlihat begitu antusias memanggil-manggil ibuna hanya untuk sekedar memberi tau bahwa dia sudah menemukan baju pilihanya.”mami… mami… ini ajah!!” rengek- rengek sang gadis ingusan sambi menarik-narik baju bawahan ibunya. Tubuhnya yang mungil menjelaskan bahwa umurnya masih dibawah tujuh tahunan, gadis itu nampak begitu manja, dan ibunya juga kelihatan sangat menyayangi sang buah hati. Dengan penuh kesabaran sang ibu mengikuti kemana buah hatinya melangkah penuh semangat menunjukan sesuatu yang ingin dia miliki. Tanpa keraguan sedikit pun sang ibu mengiyakan permitaan putri kecilnya itu, hampir setiap keinginan gadis ingusan itu terpenuhi oleh kedua orang tuanya yang baik hati dan penyayang. Mungkin saat itu sang gadis kecil belum sepenuhnya mengerti arti cinta dan kasih ibunda tersayangnya kepada dia yang seolah tak pernah sirna walau hanya sedetik. Mungkin saat itu buah hati kecilnya belum paham bagaimana cara membalas kasih dan perhatian sang ibu perinya yang tak pernah lekang termakan waktu. Mungkin saat itu hanya bermanja yang dia tau, mungin saat itu dia hanya mengetahui bahwa dia memiliki seorang ibu, seorang pahlawan ditiap langkahnya, seorang malaikat cantik yang selalu menemani hari-hari kecilnya, seorang bidadari yang selalu menebar cinta kasih padanya.

Tapi kini, gadis lugu itu sangat menyadari dia tak akan pernah hidup tenang tanpa senyum ibundanya..
Bahwa dia tak akan bisa membanyangkan betapa sedihnya hidup tanpa mendengar suara ibunya, Bahwa tak dapat dipungkiri dalam setiap aliran darahnya mengalir perasaan begitu dalam kepada ibundanya. CINTA seorang anak, CINTA, dan CINTA..

Saat ini Gadis kecil itu sangad menyesali setiap kesalahan yang pernah dibuatnya, kesalahan yang sudah membuat sang malaikat dimasa kecilnya marah, kesalahan yang sering dibuatnya karna telah merasa sudah dewasa bukan lagi gadis ingusan dan merasa punya pendapat..
mom.. iam so sorry for all my mistakes,,

Sekarang si mungil yang polos itu sudah sangat paham seberapa berarti tiap hembus nafas sang ibu untuk hari-harinya.., Betapa sangat berharga tiap lantunan doa sang ibu untuk keberhasilan dan kebahaian dihidupnya.. Dia sangad menyadari siapakah orang yang paling bisa menentramkan dirinya, hatinya, saat smua lapisan bumi terasa begitu kosong, dia sangad mengerti kini, bahwa tak ada seorang ibu sehebat ibunya, ibunya yang kini terlihat semakin tua namun tak pernah sedikitpun terlihat senja untuk kasih sayangnya.

Aku sayang mami..
Ibuku, dialah motivator dalam hidupku,,

Hari ini aku dapet parcel lebaran, parcelna buat ibu aja deh..

“ne parcelna, Met idul Fitri yha mom.. my beloved mother… , aku sayang ibu πŸ™‚ ”

Advertisements

2 responses to this post.

  1. menyentuh juga ceritanya πŸ™‚

  2. Posted by aenvhira on September 24, 2008 at 4:26 am

    masa sih πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

dudu_durajat

Kerja itu enak kalau ada libur, libur itu enak kalau lagi kerja

%d bloggers like this: