Hasil Blogwalking

Malem ini setelah puas bengong di depan rumah sambi liatin bintang pikiran rada adem dan tenang saya coba kembali ngadep kompi slesein tugas kul dan sekalian browsing plus posting blog pastinya 😀 browsing ini itu buat bahan refrensi mata kuliah sambi blogwalking akhirnya saya nemu tulisan yang satu ini. Karena merasa tertarik dengan topik postinganya, saya pun putuskan buat kopas postingan yang diambil dari sini dan berikut hasil kopasan saya kali ini 😆

@ Ada yg berpendapat..:

Kesetiaan adalah nilai perempuan.
Kesetiaan untuk laki-laki, ia diberikan begitu banyak ruang toleransi.
Kenyataan telah memberikan banyak bukti. .
Kisah Ramayana telah membiarkan seorang Shinta menerjunkan diri ke tengah kobaran api demi sebuah pembuktian kesucian dan kesetiaan.
Epos Mahabrata dengan sangat diametral membiarkan Sembadra setia sedangkan Arjuna selalu mencari cinta pada banyak wanita.Seorang janda juga tidak mudah mengganti suaminya yang telah tiada atas nama setia dan barangkali keberatan anak-anaknya.

Anehnya, seorang duda dianggap biasa-biasa saja bila ia ingin cepat-cepat mendapatkan istri baru, bahkan yang lebih muda. Islam, agamaku mengharuskan perempuan yang menjadi janda menunggu sampai 3 kali masa suci sebelum ia bersiap menerima pinangan lagi. Laki-laki? Bahkan ia boleh menikah di sore hari bila sang istri meninggal diwaktu pagi.
Mengapa? Apakah laki-laki tidak berbakat setia? Apakah kodrat telah menjadikan laki-laki lebih mudah berpindah kelain hati? Ataukah memang laki-laki secara biologis dan psikologis lebih membutuhkan kehadiran pasangan jenisnya? Atau segala alasan diatas memang disediakan menjadi milik laki=laki dari Sang Kuasa?

@ Ada juga yg berpendapat…:

kesetiaan itu bukan bentuk pengorbanan, tapi yang lebih pantas adalah bentuk pelayanan…..kesetiaan bukan masalah gender, kita bisa tetap setia, tapi tanpa harus menganiaya diri sendiri,….
seorang suami misalnya bisa tetap setia kepada istrinya yang telah meninggal dengan mendoakannya dan mendidik anak2 hasil pernikahan mereka dulu, tapi dia tetap melanjutkan hidupnya dengan wanita lain, karena memang ia butuh pendamping uintuk menentramkan batinnya……

itulah yang dinamakan kesetiaan: tetap memuat unsur keadilan………
apakah kesetiaan berarti tidak menikah lagi setelah ditinggal mati, padahal hidup terus berjalan dan ujian hidup berganti-ganti?

apakah kesetiaan adalah janji?
janji bukan lah kesetiaan, janji menyangkut komitmen dan rencana, komitmen menyangkut harapan, harapan menyangkut keinginan-keinginan, maka janji bisa berarti keinginan-keinginan, jika kesetiaan adalah janji, maka kesetiaan bermakna belenggu??

bukankah kesetiaan bukanlah belenggu???

last….
cinta seorang perempuan ibarat kuku di jari. terlihat kecil, tetapi meski ia dipotong habis, ia akan terus tumbuh. sedangkan cinta seorang laki-laki ibarat gunung merapi. suatu ketika ia akan melindungi, tetapi suatu ketika ia juga akan meletuskan lahar panas yang menghancurkan semuanya…

Saya pribadi setuju dengan baitan-baitan buah pikiran yang punya blog ini , setelah baca ko jadi sedikid berfikir kembali buat kriteria seorang pendamping hidup 😆 yang memang selama ini saya ngga pernah sebut terang-terangan jelas dan terperinci maksudnya setiap ada yang nanya soal kriteria pangeran dunia akheratku :mrgreen: menurut saya jika memiliki kriteria untuk kepentingan diri sendiri, cukuplah diri sendiri dan Allah yang tau pasti. Kenapa begitu ?? jelas saya punya alasan tersendiri untuk sikap tidak terang-terangan yang satu ini. Pertama, jika kita punya kriteria untuk seorang pendamping hidup dan ingin mendapat pendamping hidup yang ngga jauh dari kriteria yang sudah kita patok, bukankah akan lebih baik kalau semua itu bisa kita raih dengan jalan yang alami. Alami tanpa adanya faktor dibuat-buat seolah pas dengan kriteria oleh seseorang yang notabene ada hati /naksir sama kita. ALangkah lebih baik kalau biarkan adanya kriteria menjadi penuntun kita untuk memilih dia, bukan malah sebaliknya yakni kriteria detail yang menjadi krepean dia lulus ujian untuk dipilih. Apalagi jika krepean tadi dilakukan dengan cara yang tidak bijak dan tidak jujur, tentu patut diwaspadai. Seperti banyak kisah yang ada, kalau sudah cinta pasti apapun bisa bisa aja jadi. Ada yang bilang jadi gila, jadi buta, bahkan bisa jadi ngibul. Ngibul sebagai alibi pencapaian kriteria si target. Nah kalau sudah begitu, sapa coba yang nantinya bakal rugi kalau kisah ngibul tadi membuahkan hasil ?? 😕 yang pasti setelah kengibulannya terbongkar, dan didapati adanya faktor yang tidak signifikan dengan hasil reset maka sudah bisa ditebak akan muncul yang namanya kekecewaan. Jika tidak mau kecewa harus pintar-pintar menyiasati keadaan 😎 Faktor kedua kenapa alasannya hanya kita dan Allah saja, karena Allah lah maha kaya, maha pemberi, maha mengabulkan, hanya DIA yang bisa membuat segala yang tidak mungkin menjadi mungkin bukan dia atau mereka. Oleh karena itu hanya pada-NYA lah kita wajib berbagi segala isi hati. Cukup tanyakan pada-NYA dan minta pada-NYA 🙂


Advertisements

One response to this post.

  1. tulisan ttg kesetiaan km bagus, meski kopas^^

    kheke : makasi :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

dudu_durajat

Kerja itu enak kalau ada libur, libur itu enak kalau lagi kerja

%d bloggers like this: